INCI – Intanwijaya Internasional Tbk – Cheap stock, low debt, a lot of cash


INCI Cash PositionINCI Cash PositionINCI Cash PositionINCI Cash PositionINCI Cash PositionIntanwijaya Internasional

Hari ini saya ingin membahas tentang saham INCI – Intanwijaya Internasional Tbk yang hari ini AR kanan (turun 10%), besok mungkin masih bisa turun lagi. Kalau ada yang tahu berita negatif apa tentang saham ini hari ini, tolong share dengan  saya, terimakasih.

INCI adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufacturing, memproduksi lem untuk tripleks/kayu lapis. Perusahaan ini mempunyai 2 pabrik, satu di Banjarmasin, satu lagi di Semarang. Pabrik yang di Banjarmasin sudah lama berdiri, pabrik di Semarang, baru saja jadi (bisa diharapkan kenaikan penjualan dari pabrik yang di Semarang).

Balance sheet

INCI Balance sheet

INCI Balance sheet

Dari balance sheet di atas bisa dilihat bahwa INCI adalah perusahaan dengan utang yang kecil dibandingkan dengan total assetnya. Yang menarik juga INCI mempunyai cash yang cukup besar, kira-kira 60 Milliar rupiah.

INCI Cash Position

Inci mempunyai 181.04 juta saham outstanding. Dengan harga hari ini (304), market cap INCI adalah 54.3 Milliar rupiah. Menurut laporan keuangan Q2 2015, INCI mempunyai cash sebesar 58 Milliar rupiah. Artinya untuk setiap saham beredar, ada 320 rupiah cash, di belakangnya. Jika dikurangi dengan seluruh liabilities, 9.3 Milliar, artinya ada 270 rupiah bersih setelah dikurangi semua utang, dengan semua peralatan, pabrik dll belum dihitung. Kalau saham ini turun sampai 270, borong saja hehehe.

Dengan rupiah yang terus menurun, tentu memberikan keuntungan kepada INCI, karena INCI memiliki banyak deposito dalam bentuk USD, juga penjualan dalam bentuk USD, walaupun bahan baku impor, tetap tidak masalah.

Tentu saja ini kalau semua laporan keuangan dari INCI ini bisa dipercaya. Hal ini tergantung dari management-nya. Kalau management-nya bisa dipercaya, maka ini adalah perusahaan yang ideal untuk dimiliki, selama perusahaan tersebut menghasilkan laba dan tidak burning cash.

Operation

INCI baru saja mengoperasikan pabrik lem baru di Semarang (April 2015). Dengan adanya pabrik baru ini, penjualan INCI seharusnya meningkat, terbukti dengan Q2 2015 meningkat dari 54 Milliar tahun kemarin menjadi 68 Milliar tahun ini. EPS sampai dengan Juni 2015 adalah 71 rupiah, kalau disetahunkan menjadi 141. Forward PE 2x. Sangat murah.Tahun lalu net income 11 M, EPS 60. PE last year = 5.06 x, juga masih termasuk murah.

Riwayat keuntungan yang tidak konsisten

Sayangnya INCI baru untung sejak tahun 2012, sebelumnya rugi dari selama 3 tahun. Dilihat dari strategi usahanya (memindahkan pabrik ke Semarang), efficiency dengan mengganti solar menjadi batu bara, seharusnya masa-masa kelam tersebut berlalu kecuali jika pabrik-pabrik tripleks di Jawa pada bankrut. Hal tersebut sudah terjadi di Banjarmasin, dan mungkin terjadi juga di Semarang. (jadi jangan jual rumah anda untuk beli saham ini).

Tidak ada dividen sejak tahun 2011

INCI tidak membagikan dividen sejak tahun 2011, mudah-mudahan tahun depan bisa membagikan dividen, adanya dividen bisa menambah kepercayaan investor bahwa cash 58 M memang benar ada, dan perusahaan memang benar untung.

Ketergantungan terhadap satu client

Penjualan tertinggi (65%) dilakukan kepada pihak berelasi PT Wijaya Triutama Plywood, angka ini sudah turun dari tahun lalu sebesar 78%. Mempunyai satu client utama adalah hal yang berisiko, karena sewaktu-waktu client tersebut bisa menghentikan pembeliannya, maka INCI akan kehilangan 65% dari penjualannya.

Inventory turn over

Sales/Inventory = 6.8x , artinya setiap 53 hari, inventory-nya ganti yang baru.

DSO

Sales / Receivable = 2.8x, artinya setiap 128 hari setelah penjualan, customer  bayar. Pembayaran 4 bulan ini termasuk lama, dibandingkan dengan tahun lalu naik, ini cukup berbahaya, ada kemungkinan pembayaran macet dan diputihkan.

Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa INCI mempunyai struktur keuangan yang kuat (kas yang besar, utang yang sedikit). Namun dari segi operational tidak terlalu menonjol (keuntungan yang tidak terlalu banyak, naiknya receivable). Namun, berdasarkan balance sheet sekarang, dan dengan asumsi perusahaan masih bisa menghasilkan cash flow positif, maka INCI seharusnya bisa naik lagi, target harga 2 tahun depan minimal 475. Kita lihat saja.

Update September 2018

Harga INCI per Sep 2018 :625, naik 100 persen. Apakah masih layak untuk investasi. Mari kita lihat lagi.